Kumpulan Info Menarik dan Bermanfaat

Menunaikan Umroh dan Haji bersama Travel Umroh Bekasi

Written on 06/22/2017   By   in Wisata

Menunaikan Umroh dan Haji bersama Travel Umroh Bekasi

Ibadah haji telah usai dilaksanakan travel umroh dengan pelayanan yang baik. Suasana batin terasa tenang dan tenteram. Inikah tanda-tanda haji mabrur? Wallahu a’lam. Hanya Tuhan yang tahu atas ibadah yang aku laksanakan itu. Yang penting aku sudah melaksanakan seluruh rukun haji dengan sempurna, sebagaimana disyariatkan oleh Ibrahim dan Muhammad SAW. Soal pahala dan kualitas ibadah yang aku laksanakan sepenuhnya diserahkan kepada Yang Maha Kuasa.

 

Sebagai symbol dari berakhirnya ibadah haji dan farewell kepada Mekkah, lalu melaksanakan thawaf wada. Yaitu ritual mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali sebagai ucapan perpisahan atas Ka’bah dan Mekkah. Tiba-tiba terdiam sejenak, sedih. Setelah berhari-hari melaksanakan ibadah umrah dan haji, dan harus meninggalkan Mekkah. Tetapi kini berjanji sembari berdoa, bahwa meskipun jasad ini jauh dari Ka’bah. Sebab itu, kita bisa melalui momen sedih tersebut dengan pencerahan hati yang luar biasa. Justru tantangannya adalah ketika berada jauh dari Ka’bah, kita harus mendekatkan dengan Ka’bah. Sampai-sampai ada slogan, “Berpikir ala barat, tapi berzikir ala Ka’bah.”

 

Di samping itu, yang membuat bisa bangkit dari kesedihan karena akan meninggalkan Ka’bah dan kota suci Mekkah dengan travel umroh bekasi, dan rencana untuk berziarah ke Madinah selama kurang lebih sepuluh hari. Setelah selesai melaksanakan ibadah, kita akan memulai ibadah yang lain lagi. Yaitu mengenang jejak juang Muhammad SAW di kota yang telah melahirkan peradaban besar.

 

Madinah adalah kota suci kedua umat Islam, yang mana auranya tidak kalah memikat dari Mekkah. Setiap orang yang beribadah di Mekkah, baik ibadah haji maupun ibadah umrah hampir dipastikan tidak akan melewati momen berziarah ke Madinah. Untuk jamaah haji asal Indonesia biasanya mereka dibagi dalam dua kelompok terbang. Kelompok terbang yang pertama yaitu melalui rute Jeddah-Madinah-Mekkah, lalu kembali ke tanah air. Sedangkan kelompok terbang yang kedua, yaitu melalui rute Jeddah-Mekkah-Madinah, lalu kembali ke tanah air.

 

Yang menunaikan haji dari Mesir mempunyai kebebasan untuk memilih antara berziarah ke Madinah sebelum atau setelah pelaksanaan ibadah haji. Tetapi memilih untuk berziarah ke Madinah setelah melaksanakan ibadah haji. Hal tersebut didasarkan pada sebuah alasan agar Madinah menjadi terminal terakhir dari perjalanan spiritual. Jika ke Mekkah untuk mengenang jejak-jejak juang Adam dan Ibrahim, maka ke Madinah untuk menapak tilas jejak-juang Muhammad SAW.

 

kita berangkat dari Mekkah menuju Madinah dengan menaiki bus, yang sudah disediakan oleh pihak penyelenggara haji. Melihat wajah kawan-kawan yang sedang dalam perjalanan menuju Madinah tidak terlihat tanda-tanda capai sedikitpun. Inilah bedanya antara perjalanan wisata dengan perjalanan spiritual. Setiap perjalanan spiritual mempunyai kekuatan batin tersendiri yang terpancar dari jiwa. Apalagi  yang tumbuh dalam kultur Nahdlatul Ulama, yang meyakini berziarah ke makam merupakan salah satu medium untuk berdoa dalam rangka mengenang jasa dan kebajikan orang-orang agung.

 

Kali ini aku berziarha ke makam orang yang paling agung. Nabi Muhammad SAW yang dalam keyakinan telah membawa syariat yang menjadikan kita dapat mengarungi kehidupan ini dengan tenang, baik dalam keadaan suka maupun duka. Setiap kali membaca perjalanan hidup nabi semakin rindu dan cinta kepadanya. Senantiasa menghaturkan shalawat dan salam kepadanya sebagai bukti adanya ikatan batin yang sangat kuat. Ikatan tersebut tidak akan pernah terputus selama hayat masih dikandung badan.

 

Teringat buku Rihlah Yusuf Pitts ila Mishr wa Makkah al-Mukarramah wa al-Madinah al-Munawwarah. Buku ini mengisahkan tentang perjalanan Joseph Pitts ke Mesir, Mekkah, dan Madinah. Jalanan dari Mekkah ke Madinah selalu padat, karena banyak orang yang berziarah ke kota Nabi tersebut. Dulu orang-orang dari Turki, Tatar, Mesir dan Afrika mempunyai kelaziman untuk berziarah ke Madinah. Sedangkan orang-orang Muslim dari India tidak memungkinkan mereka untuk menyempurnakan ibadah ke Madinah.

 

Sangatlah beruntung bisa berziarah ke Madinah. Perjalananku sebenarnya mirip dengan perjalanan yang dilakukan Joseph Pitts, karena berangkat dari Mesir menuju Mekkah, lalu dilanjutkan ke Madinah. Tiga kota ini menggambarkan sebuah peradaban yang telah mengantarkan manusia pada puncak keagungannya.

 

Di Mesir,  pernah menapktilasi perjalanan Nabi Musa yang menerima 10 perintah Tuhan di Bukit Sinai. Dalam perjalanan yang dimulai tengah malam, kira-kira pukul 01.00 dini hari, pertama-tama memulai pendakian bukit. Terkejut melihat orang-orang Israel, baik laki-laki dan perempuan melakukan perjalanan serupa dalam rangka mengenang momen Musa menerima 10 perintah Tuhan. Masih disekitar bukit Sinai aku menemukan jejak-jejak 12 mata air yang menyemburkan air setelah tongkat Nabi Musa dipukulkan ke tanah, sebagaimana diceritakan dalam surat al-Baqarah.

 

Di Mekkah, kita melaksanakan ibadah umrah dan haji untuk menapktilasi Nabi Ibrahim dan keluarganya dalam pengabdian total kepada Allah SWT. Pengabdian tersebut diekspresikan melalui pembangunan Ka’bah dan ritual ibadah haji, yang kemudian diabadikan sebagai salah satu Rukun Islam. Ibadah haji selain melaksanakan ritual yang di syiarkan oleh Nabi Ibrahim,

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *